MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : INFORMATIKA
Bab 5: Ekonomi Digital (Lokapasar, Fintech, E-Wallet)
| Nama Sekolah | : | SMAN 1 Sariwangi |
| Nama Penyusun | : | Dani Haryanto, S.Kom |
| Mata Pelajaran | : | Informatika |
| Kelas / Fase / Semester | : | XI / F / Genap |
| Materi Pokok | : | Ekonomi Digital & Keamanan Transaksi |
| Alokasi Waktu | : | 2 Jam Pelajaran (2 x 45 Menit) |
| Tahun Pelajaran | : | 2025 / 2026 |
Peserta didik kelas XI diasumsikan telah familiar menggunakan ponsel pintar dan memiliki setidaknya satu akun media sosial atau aplikasi e-wallet (seperti GoPay, Dana, ShopeePay). Namun, pemahaman mereka seringkali terbatas pada cara "menggunakan" (konsumsi) tanpa memahami risiko keamanan (phishing, fraud) dan dampak finansial jangka panjang (skor kredit, perilaku impulsif). Sebagian siswa mungkin sudah pernah bertransaksi online, namun belum tentu memahami mekanisme perlindungan konsumen seperti Escrow (Rekber) atau pentingnya menjaga data pribadi dalam transaksi fintech.
Materi "Ekonomi Digital" mencakup pengetahuan konseptual (cara kerja fintech, e-wallet, marketplace) dan pengetahuan prosedural (audit keamanan akun). Materi ini sangat kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa sebagai "digital natives". Tingkat kesulitannya berada pada level analisis dan evaluasi, di mana siswa tidak hanya belajar cara belanja, tetapi menganalisis risiko penipuan dan mengevaluasi kesehatan finansial digital mereka sendiri.
- Bernalar Kritis: Menganalisis risiko keamanan pada platform digital dan dampak fitur "Paylater" terhadap masa depan finansial.
- Kemandirian: Melakukan audit mandiri terhadap akun-akun digital yang dimiliki untuk memastikan keamanan data.
- Kreativitas: Merumuskan strategi pengamanan akun dan rencana perbaikan kebiasaan bertransaksi yang inovatif dan personal.
DESAIN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu memahami ekosistem ekonomi digital, menganalisis risiko keamanan dalam transaksi elektronik, serta menerapkan praktik baik dalam melindungi data pribadi dan aset finansial digital melalui audit mandiri dan perencanaan aksi.
- Ekonomi: Literasi keuangan, pengelolaan anggaran, dan dampak inflasi gaya hidup.
- Sosiologi: Perilaku konsumtif, gaya hidup digital, dan dampak sosial pinjaman online.
- PPKn: Hak dan kewajiban konsumen digital serta hukum siber (UU ITE).
- Melalui diskusi dan studi kasus, peserta didik mampu menjelaskan mekanisme keamanan dalam ekonomi digital seperti Escrow, Enkripsi, dan 2FA (Pengetahuan).
- Melalui proyek mandiri (LKPD), peserta didik mampu melakukan audit keamanan pada akun digital mereka dan mengidentifikasi celah keamanan (Keterampilan).
- Peserta didik menunjukkan sikap waspada terhadap penipuan digital dan bijak dalam menggunakan fitur finansial seperti Paylater (Sikap).
Model: Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
Metode: Diskusi Socratic, Audit Mandiri, Refleksi Diri, Presentasi Rencana Aksi.
1. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
- Mindful Learning: Guru membuka dengan pertanyaan pemantik: "Siapa di sini yang pernah merasa uang di e-wallet 'hilang' begitu saja tanpa sadar dipakai apa?" atau "Siapa yang pernah menerima SMS tawaran pinjaman uang?". Guru mengajak siswa menyadari bahwa HP mereka bukan sekadar alat komunikasi, tapi "dompet berjalan" yang perlu dijaga.
- Meaningful Learning: Menyampaikan tujuan pembelajaran: Hari ini siswa akan menjadi "Auditor Keuangan" bagi diri mereka sendiri untuk mencegah kebocoran data dan uang.
2. Kegiatan Inti (70 Menit)
- Fase 1: Penentuan Pertanyaan Mendasar. Guru menampilkan data kasus penipuan online dan jeratan pinjol di kalangan remaja. Siswa diajak berpikir: "Bagaimana cara memastikan akun saya aman dan kebiasaan belanja saya sehat?"
- Fase 2: Mendesain Perencanaan Proyek. Siswa menerima LKPD "Audit Kesehatan Finansial Digital". Guru menjelaskan misi: Melakukan "Check-Up" menyeluruh pada akun GoPay, Shopee, OVO, atau M-Banking yang dimiliki siswa.
- Fase 3: Menyusun Jadwal & Pelaksanaan Audit (Diferensiasi Proses).
- Langkah 1 (Inventarisasi - Security): Siswa mengecek pengaturan keamanan aplikasi mereka. Apakah PIN masih '123456'? Apakah 2FA sudah aktif? Mereka mencatat temuan di LKPD.
- Langkah 2 (Refleksi Perilaku - Behavior): Siswa membuka riwayat transaksi 1 bulan terakhir. Mereka menandai pengeluaran yang murni "Lapar Mata" (Impulse Buying).
- Langkah 3 (Rencana Aksi): Berdasarkan temuan, siswa menyusun 2 langkah perbaikan konkret (Misal: Ganti PIN hari ini, Unlink kartu kredit). - Fase 4: Monitoring. Guru berkeliling memastikan siswa benar-benar mengecek pengaturan privasi/keamanan mereka (tanpa melihat data sensitif siswa). Guru memberikan bimbingan teknis jika siswa bingung letak pengaturan 2FA.
- Fase 5: Menguji Hasil (Sharing). Beberapa siswa dipilih untuk membagikan "temuan mengejutkan" dari audit mereka. Siswa lain memberikan tanggapan.
3. Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Reflecting: Siswa mengumpulkan/menyimpan hasil LKPD. Guru memberikan penguatan: "Keamanan bukan hanya soal teknologi canggih, tapi soal kebiasaan (habit) kita menjaga rahasia (OTP/PIN) dan mengendalikan diri (belanja)."
1. Asesmen Awal: Tanya Jawab Lisan tentang kebiasaan password dan pemahaman Paylater.
2. Asesmen Proses: Observasi kejujuran dan kelengkapan pengisian LKPD Audit Mandiri.
3. Asesmen Akhir: Penilaian Laporan Audit menggunakan rubrik berikut.
Rubrik Penilaian Laporan Audit:
| Aspek Penilaian | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) - 1 (Kurang) |
|---|---|---|---|
| Kelengkapan Audit | Menginventarisasi semua aplikasi utama, mengecek detail keamanan (PIN, 2FA, Biometrik) secara menyeluruh. | Menginventarisasi sebagian besar aplikasi dan mengecek fitur keamanan dasar. | Hanya mengecek 1 aplikasi atau isian audit asal-asalan/kosong. |
| Analisis Perilaku | Refleksi sangat mendalam, mampu membedakan kebutuhan vs keinginan secara spesifik berdasarkan data histori. | Refleksi cukup baik, menyadari adanya pengeluaran impulsif. | Refleksi dangkal (hanya Ya/Tidak) atau tidak melakukan refleksi perilaku. |
| Rencana Aksi | Menyusun strategi keamanan yang konkret (teknis) DAN strategi perilaku (habit) yang realistis. | Menyusun strategi keamanan atau perilaku saja dengan cukup jelas. | Rencana aksi masih umum/normatif atau tidak ada rencana aksi. |
|
Mengetahui, Kepala SMA Negeri 1 Sariwangi |
Sariwangi, ...... 2026 Guru Mata Pelajaran |
| Hj Iis Solihah, M.Pd NIP. 198512012009022001 | Dani Haryanto, S.Kom NIP. 197506142024211001 |
LAMPIRAN: LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
AUDIT KESEHATAN FINANSIAL DIGITAL
Materi: Ekonomi Digital (Lokapasar & Fintech) | Kelas XI
Nama Lengkap : ....................................................................................................
Kelas : ............................................................ Hari/Tanggal : ..........................................
MISI: DIGITAL WALLET CHECK-UP
"Lakukan audit mandiri terhadap keamanan akun keuangan dan pola belanja digitalmu. Pastikan datamu aman dan keuanganmu sehat!"
LANGKAH 1: INVENTARISASI AKUN (SECURITY)
List semua aplikasi keuangan (E-Wallet, Mobile Banking, Marketplace) di HP kamu. Cek keamanannya.
| Nama Aplikasi (Contoh: GoPay) | PIN Unik? (Bukan 123456) | 2FA / Biometrik Aktif? |
|---|---|---|
| Ya / Tidak | Ya / Tidak | |
| Ya / Tidak | Ya / Tidak | |
| Ya / Tidak | Ya / Tidak | |
| Ya / Tidak | Ya / Tidak |
LANGKAH 2: REFLEKSI PERILAKU (BEHAVIOR)
Cek riwayat transaksi (History) 1 bulan terakhir. Jawablah dengan jujur.
Sebutkan barang/jajan yang kamu beli hanya karena lucu/promo tapi tidak terlalu butuh:
2. Paylater / Pinjaman:
Apakah kamu menggunakan fitur Paylater? Jika Ya, apakah cicilannya memberatkan uang saku?
LANGKAH 3: RENCANA AKSI (ACTION PLAN)
Berdasarkan audit di atas, tuliskan 2 langkah konkret yang akan kamu lakukan HARI INI.
Contoh: Mengganti PIN ShopeePay, Mengaktifkan Fingerprint di BCA Mobile.
Rencana 2 (Terkait Kebiasaan Belanja):
Contoh: Menghapus (unlink) kartu kredit dari aplikasi, Membatasi top-up maksimal 50rb/minggu.
|
Nilai / Paraf Guru ( ................................... ) |
0 Komentar